Menonton Upacara Unik Ngaben Tikus

Upacara besar Ngaben memang sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Bali yakni dengan melakukan pembakaran mayat manusia.

Lantas bagaimana dengan Upacara Ngaben Tikus? Apakah mayat sang tikus dibakar? Dan apa tujuannya?

Ngaben Tikus

Tujuan dari Upacara Ngaben Tikus yakni untuk mengusir hama tikus. Disamping itu juga untuk mengembalikan roh tikus yang telah mati ke alamnya dan jika ditakdirkan terlahir kembali maka tidak lagi menjadi hama perusak sawah petani.

Upacara ini memang unik dan sangat kental keterkaitannya dengan tradisi kebudayaan agraris yang telah dilakukan masyarakat Bali dari zaman dulu kala. Kebudayan ini bersumber pada alam pikiran mistis dimana animisme, dinamisme dan budaya Hindu bercampur baur melahirkan ritual-ritual,  kesenian, tata sosial, tata nilai, dan unsur-unsur budaya lainnya. Ngaben Tikus dilakukan ketika wabah tikus menyerang  sawah-sawah petani.

Ngaben tikus merupakan salah satu jenis upacara Nangluk Mrana. Hal ini diuraikan dalam buku upacara “Nangluk Mrana” karangan Tjokorda Raka Krisnu “Nangluk”  berarti empangan, tanggul, pagar, atau penghalang dan “mrana”  berarti hama atau bala penyakit. Mrana adalah istilah yang umum dipakai untuk menyebut jenis-jenis penyakit  yang merusak  tanaman.

Seperti halnya Ngaben  Manusia, Ngaben Tikus juga mempunyai tata cara pelaksanaan sebagai berikut; tikus-tikus yang telah mati diletakkan di atas bade atau wadah untuk mayat sama seperti bade manusia. Bade ini kemudian diusung para warga ke kuburan desa dan sesampainya disana, ratusan bangkai tikus tersebut dipindah ke bade berbentuk lembu yang akhirnya dibakar.

Lokasi 

Upacara Ngaben Tikus ini bisa disebut Marataka Mrana Tikur. Seiring waktu berjalan dan meski lahan pertanian yang semakin berkurang, Ngaben Tikus tetap dapat disaksikan  di Desa Cemagi, Mengwi, Badung dan Desa Adat Bedha Kabupaten Tabanan Bali sampai sekarang.

Klik festival Bali yang lainnya!

Selamat Menyaksikan!

 

Incoming search terms:

  • masyarakat bali
  • tikus
  • ngaben
  • upacara adat bali
  • upacara ngaben
  • unsur sosial budaya
  • ngaben bali
  • ngaben tikus
  • contoh upacara adat bali
  • upacara adat bali ngaben

Festival , , , , ,

Related Listing

Trackbacks For This Post

  1. [...] kendaraan bermotor karena lokasinya yang tidak jauh dari ibukota Denpasar, hanya berjarak sekitar 8 km menuju arah Gianyar, sebelum sampai pada kawasan Pasar Seni [...]

1 Review

  1. Tertarik dengan Kerajinan Perak? Datang Ke Desa Celuk | Wisata Bali, 2 years ago

    [...] kendaraan bermotor karena lokasinya yang tidak jauh dari ibukota Denpasar, hanya berjarak sekitar 8 km menuju arah Gianyar, sebelum sampai pada kawasan Pasar Seni [...]

       -  

Review has already been inserted from this machine. So no other reviews are allowed from this machine on this post.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Inquiry

Captcha Verification
captcha image
Hotel Murah di Bali
by Hotel Murah